Pemanfaatan Limbah Plastik dan Sedotan Menjadi Kerajinan Tangan untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Sejak Dini

Penulis : Rizka Dwi Firdani, Mahasiswa Prodi Akuntansi

111111

Saat ini Indonesia tengah memasuki fase darurat sampah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menaksir timbunan sampah di Indonesia tahun 2020 sebesar 67,8 juta ton. Ironisnya, kebanyakan sampah plastik di Indonesia adalah sedotan. Tentunya permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele. Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jo Kumala Dewi, mengatakan selama pandemi permasalahan sampah pun semakin meningkat. Hal ini karena konsumsi yang dilakukan masyarakat selama di rumah saja berubah, terutama banyaknya penggunaan produk-produk kemasan dan termasuk sedotan plastik.

Untuk itu melalui kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PmKM), kami mahsiswa prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang yaitu, Melenia Novita Sari sebagai ketua kelompok PmKM dan 2 anggota yang terdiri dari Rizka Dwi Firdani, dan Septi Puspita Wardani, bersama dengan dosen pendamping kami yaitu Ibu Desi Jelanti, S.E., M.Ak. dengan ini kami melakukan kegiatan sosialisasi dengan tema “Pemanfaatan Limbah Plastik dan Sedotan Menjadi Kerajinan Tangan untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Sejak Dini”.

Kegiatan PmKM ini dilasanakan pada tanggal 16 Oktober 2021, Pukul 13.00 WIB diselenggarakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di TPQ/ TK Nurul fauzan yang beralamat di Kp. Bulak RT 002/ RW 002 ,Pondok kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan yang diikuti oleh 10 peserta didik TPQ/ TK Nurul Fauzan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tingkat bahaya limbah plastik yang  tersusun dari bahan kimia sukar untuk diuraikan oleh lingkungan dan untuk meningkatkan kreativitas anak dengan mengolah limbah plastik dan sedotan menjadi kerajinan tangan.

Melalui kegiatan PmKM ini kami menyampaikan pengetahuan tentang seberapa besar tingkat bahaya limbah plastik dan sedotan terhadap lingkungan karena mengandung bahan kimia yang sukar diuraikan secara alami oleh alam, setelah penyampaian materi kami juga melatih kreativitas peserta didik TPQ/ TK Nurul fauzan dengan mengadakan praktik membuat kerajinan tangan secara bersama-sama yang tentunya berbahan dasar limbah plastik dan sedotan agar memiliki nilai jual dan nilai estetika.

Editor : Yulianto